Minggu, 11 Desember 2011

Sudahkah Kita Meraih Hidup bahagia ?

 
 
Judul tulisan ini berbentuk pertanyaan, dengan maksud mengevaluasi diri kita dalam hidup ini. Banyak orang yang tidak mengetahui tujuan hidupnya di dunia ini, padahal setiap hari kita berdoa kepada Allah, “Ya Tuhan kami berikanlah kami kehidupan yang bahagia di dunia dan kehidupan yang bahagia di akhirat, dan jauhkanlah kami dari siksa api neraka.” Doa ini dikenal dengan istilah “doa sapu jagat”, hampir setiap hari dan setiap saat kita ucapkan doa ini. Namun banyak orang tidak memahami esensi doa ini. Inilah sebenarnya tujuan hidup kita.

Dalam kehidupan ini setiap orang senantiasa mendambakan dan merindukan sesuatu yang bernama bahagia. Tak seorang pun di dunia ini yang menginginkan hidupnya sengsara penuh derita. Oleh karenanya tidaklah heran bila sejak dari terbit fajar dunia ini penuh dengan berbagai macam kesibukan.

Orang berpacu dengan waktu, bergulat, bergumul dengan berbagai aktivitas. Sejak dari petani yang turun ke sawah, karyawan atau pegawai yang menuju ke kantor, ke pabrik, dan pedagang yang pergi ke pasar, kalau diamati tujuan akhirnya tidak lain ialah untuk mendapatkan sesuatu yang bernama bahagia. Dalam kenyataannya tidak semua orang berhasil memperolehnya. Tidak semua orang tahu bagaimana untuk mendapatkannya.

Ada orang yang beranggapan bahwa kebahagiaan itu akan diperolehnya bila mempunyai uang banyak, sehingga waktunya dihabiskan hanya untuk mencari uang. Prinsip hidupnya adalah time is money. Dia yakin bila uang sudah banyak, apa yang diinginkan mudah didapat. Jalan yang jauh menjadi dekat, ke mana pergi orang pasti menghormat. Singkat kata yang namanya uang membuat orang di mana-mana menjadi hebat. Semua bisa diatur dengan uang. Demikian besarnya pengaruh uang dalam kehidupan sehingga tidak sedikit orang yang berpacu dengan waktu untuk memperoleh uang sebanyak-banyaknya.

Bagi orang yang benar-benar beriman yakin bahwa uang bukanlah satu-satunya kunci untuk meraih kebahagiaan, karena orang yang mempunyai banyak uang belum tentu merasa bahagia. Kunci kebahagiaan itu tidak terletak pada banyaknya uang maupun harta benda yang dimiliki seseorang. Sebab bila kunci kebahagiaan itu terletak pada banyaknya uang dan kekayaan yang dimiliki seseorang, maka sudah barang tentu di rumah mewah, yang fasilitasnya serba menunjang tidak akan ada tangis dan derita, sedih dan pilu. Tetapi kenyataannya tidak demikian, suka dan duka, sedih dan bahagia, resah dan gelisah, tangis dan ketawa ternyata milik semua orang. Apakah dia seorang raja atau seorang penggembala domba, pembesar atau rakyat jelata, direktur maupun tukang cukur, si kaya yang tinggal di singgasana atau si miskin yang tinggal di gubuk derita, semuanya sama-sama memiliki perasaan suka dan duka.

Si kaya gelisah ketika mobil BMW-nya yang dibawa anaknya sudah larut malam belum kunjung datang. Si miskin gelisah tatkala hujan turun, atap rumahnya bocor. Sama-sama tidak bisa tidur nyenyak, sama-sama gelisah, hanya berbeda penyebabnya.

Kalau demikian halnya, di manakah kunci kebahagiaan itu? Kunci kebahagiaan ada pada diri manusia itu sendiri. Orang yang benar-benar beriman dan selalu ingat kepada Allah, dijamin akan hidup bahagia alias tenteram. "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram," (Q.S. Ar-Ra’d : 28).

Tentunya bukan sekadar ingat atau eling saja. Tetapi dimanifestasikan di dalam kehidupan sehari-hari dengan menaati dan melaksanakan perintah-perintah Allah, dan meninggalkan segala yang dilarang-Nya. Sebaliknya, orang yang melupakan Allah, apalagi menderita penyakit rohani semisal sikap iri hati, hasud, dengki dan sejenisnya, maka dijamin hidupnya tidak akan pernah bahagia walaupun secara lahiriah serba berkecukupan. Allah berfirman : "Dan barang siapa yang berpaling dari ingat kepada-Ku, maka niscaya dia akan merasakan kehidupan yang serba sempit," (Q.S.Thaha:124)

Itulah kunci kebahagiaan dalam hidup ini selalu dzikr kepada-Nya. Namun masih banyak orang yang bertanya-tanya, apa sih ciri-ciri utama yang menunjukkan bahwa seseorang itu hidup bahagia. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibn ‘Asyakir, Rasulullah juga telah menjelaskan empat ciri bahagianya kehidupan seseorang :

1. Mendapatkan pasangan hidup yang saleh atau salehah
2. Mempunyai anak-anak yang baik dan berbakti kepada orang tuanya
3. Memiliki teman-teman yang saleh dan setia kawan
4. Memperoleh rizki yang berkecukupan di tempat dia berdiam

Jika empat ciri kebahagiaan hidup di dunia ini sudah kita raih, insya Allah kebahagiaan di akhirat pun akan kita dapatkan juga. Namun jika empat ciri utama hidup bahagia ini belum dapat kita raih, tentu kita harus mengintrospeksi diri kita, pasti ada kesalahan-kesalahan yang kita lakukan dalam meraih impian hidup bahagia ini. Mari kita tanyakan dalam diri kita, sudahkah kita hidup bahagia???? Bila belum, mari kita terus berusaha meraihnya!!!!!! Mudah-mudahan Allah selalu meridhai setiap langkah kita, amin.

0 komentar: